Inilah Empat Tahap Perkembangan Anak 1 Tahun

Inilah Empat Tahap Perkembangan Anak 1 Tahun

Memasuki usia 1 tahun, anak biasanya telah mulai berjalan sendiri. Tetapi berjalan bukan satu-satunya tanda tumbuh kembang anak di periode penting ini. Usia 12-24 bulan, perkembangan otak yang sangat pesat dan dapat menghitungnya dengan keterampilan berjalan, bicara, atau mengingat. Ulang tahun pertama menjadi tanda bahwa anak telah meninggalkan masa bayi dan siap untuk mulai memasuki masa batita dan balita. Selain pertumbuhan fisik, ada empat tahap perkembangan anak 1 tahun di bawah ini:

Perkembangan Kognitif

Anak mulai mempunyai kemampuan belajar, berpikir, dan mengingat perilaku orang atau kejadian yang ada di lingkungannya. Anak juga akan mulai mulai memberi, memahami simbol, membayangkan, dan bermain pura-pura.

Banyaklah yang dapat diandalkan dengan anak dengan mengajaknya bermain, seperti bermain peran atau memberikan gambar-gambar yang menarik. Dengan begitu anak dapat mempelajari banyak tentang hal yang baru.

Perkembangan Emosi

Bentuk perlekatan emosi yang kuat pada balita yang ketakutan dengan menangis saat dari orang terdekat. Tapi seiring berjalannya waktu, balita biasanya ingin melakukan aktivitas seorang diri tanpa di bantu. Ini merupakan tahap awal ia belajar tentang konflik, kadang-kadang, dan kadang-kadang merusak.

Tak jarang juga seorang anak akan menunjukkan tantrum ketika ia sedang marah. Ibu pun harus memahami situasi tersebut dengan waktu untuk meluapkan emosinya. Tak mengajaknya berbicara dulu hingga ia mulai mereda. Setelah itu barulah berikan pengertian bahwa tak apa untuk merasa marah, tapi tidak boleh melempar barang, menyakiti diri sendiri maupun orang lain.

Perkembangan Bahasa

Perkembangan bayi usia 1 tahun berikutnya dengan perkembangan dalam aspek bahasa. Menginjak usia 15 hingga 18 bulan, balita biasanya mulai memahami kosakata yang semakin banyak, hingga 10 kali lebih banyak dari yang bisa ia katakan. Di ulang tahun kedua, di Kecil sudah bisa menyebutkan setidaknya 50 sampai 100 kata.

Ibu bisa terus mengajaknya berbicara dan bercerita banyak hal meski saat itu ia belum bisa merespons. Namun sebenarnya anak berusaha untuk menyerap dan mengingat semua yang Ibu katakan. Samakan cara Ibu dengan anak dan tataplah matanya agar ia tahu bahwa Ibu sedang berbicara dengannya, bukan dengan orang lain.

Perkembangan Sensorik dan Motorik

Kemampuan sensorik dan motorik anak juga merupakan tahap perkembangan anak di usia 1 tahun. Keterampilan motorik yang terjadi saat otot dan saraf si Kecil bekerja bersama-sama. Balita harusnya mencapai tahap kontrol dan koordinasi sehingga bisa berjalan dengan mantap. Setelah berjalan, keterampilan berikutnya adalah memanjat, lari, dan berlari.

Pada tahap ini, Ibu bisa mengajaknya beraktivitas di luar ruangan. Anak bisa sangat terpacu dalam menjelajah lingkungan sekitarnya dan mulai belajar semua keterampilan motorik tersebut. Pastikan agar selalu bisa menjaga keamanan dan keselamatan anak ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *