Tanya Dokter Kelenjar Getah Bening: Mengenal Penyakit Kelenjar Getah Bening Secara Lebih Dalam Lagi

Kelenjar getah being merupakan bagian dari sistem kekebalan tubuh manusia yang berfungsi untuk melawan infeksi, baik yang disebabkan oleh bakteri, virus, kuman, dll. ketika terjadi infeksi, kelenjar getah bening akan mengalami pembengkakan untuk memberi indikasi jika kondisinya tidak baik-baik saja. Ketika infeksinya mereda, nantinya kelenjar getah bening juga akan mengempis dengan sendirinya. Pembengkakan kelenjar getah bening kerapkali membuat banyak orang cemas, sehingga banyak yang berkonsultasi atau tanya dokter kelenjar getah bening ketika mengalami hal ini.

Mengenal Penyakit Kelenjar Getah Bening Secara Lebih Dalam Lagi

Pembengkakan pada kelenjar getah bening memang bisa menjadi indikasi kanker, meskipun tidak semuanya berlaku demikian. Pasalnya, pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa terjadi karena hal lain, misalnya infeksi akut pada bagian tubuh yang sakit, seperti sakit gigi, infeksi tenggorokan, radang telinga, radang amandel, hingga karena infeksi virus pada saluran pernapasan atas.

Kelenjar getah bening pada dasarnya terdapat di seluruh tubuh manusia. namun untuk pembengkakan pada seringnya terjadi pada area ketiak, leher, bawah dagu, dan pangkal paha. Pembengkakan kelenjar getah bening atau lymphadenopathy merupakan kondisi dimana kelenjar getah bening atau gumpalan jaringan sebesar kacang berisi sel darah putih mengalami pembesaran. Hal ini ditandai dengan berbagai gejala sebagai berikut.

  1. Terasa sakit ketika ditekan.
  2. Membengkak tanpa sebab yang jelas dan disertai dengan badan yang terasa lemah.
  3. Kelenjar getah bening sudah membengkak lebih dari 2 minggu dan disertai dengan ukurannya yang membesar.
  4. Demam tidak kunjung reda.
  5. Sering berkeringat pada malam hari.
  6. Berat badan menurun drastic tanpa sebab yang jelas.
  7. Rasa sakit pada tenggorokan yang menyebabkan susah menelan makanan maupun ketika bernapas.

Selain disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, pada beberapa kasus yang jarang terjadi, pembengkakan kelenjar getah bening juga bisa terjadi dikarenakan oleh kondisi medis tertentu, seperti lupus, artritis rheumatoid, campak, rubella, sarkoidosis, sifilis, tuberkolosis, penyakit HIV/AIDS, cytomegalovirus, dan beberapa jenis penyakit kanker (leukimia limfostik kronis dan limfoma Non-Hodgkin). Mengingat kelenjar getah bening merupakan organ yang cukup vital peranannya karena menjadi bagian dari sistem kekebalan tubuh, maka ketika mengalami berbagai gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas segera memeriksakan diri ke dokter. Hal ini untuk mencegah kondisi kelenjar getah bening semakin parah.

Umumnya penyakit pembengkakan kelenjar getah bening bisa menyerang siapa saja. Namun ada beberapa orang dengan kondisi tertentu lebih rentan terkena masalah kesehatan yang satu ini, sehingga perlu menjadi perhatian. Adapun mereka yang beresiko mengalami pembengkakan kelenjar getah bening, antara lain:

  • Seseorang yang mengidap penyakit diabetes.
  • Seseorang yang menderita penyakit autoimun.
  • Berusia 65 tahun ke atas.
  • Sering bergonta-ganti pasangan seksual.
  • Mengidap penyakit HIV/AIDS.
  • Kecanduan minum alkohol.

Sekali lagi, jika Anda mengalami pembengkakan kelenjar getah bening dengan berbagai gejala seperti yang sudah disebutkan di atas, segera temui dokter agar bisa mengetahui kondisi yang terjadi serta agar mendapatkan penanganan yang tepat. Anda juga bisa berdiskusi langsung atau tanya dokter kelenjar getah bening melalui aplikasi konsultasi dokter online Halodoc. Anda bisa menggunakan salah satu fitur yang disediakan, mulai dari Chat, Voice, atau video call. Dengan menggunakan aplikasi Halodoc, Anda tidak perlu pergi keluar rumah atau meninggalkan aktivitas yang dijalankan agar bisa bertanya atau berkonsultasi dengan dokter ahli. Maka dari itu, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store maupun Google Play.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *